Ruhut Sitompul Tebar Ancaman

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ruhut Sitompul Tebar Ancaman

02 October 2013 14:30 | • Wartawan : Redaksi • Editor : Andrico Putra • Dibaca : 343 kali
Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tetap optimis menjadi ketua Komisi III DPR. Meskipun sejumlah fraksi yang menolaknya belum terlihat ada tanda-tanda akan surut, Ruhut beralasan sesuai kesepakatan fraksi-fraksi di parlemen penunjukan ketua komisi menjadi hak prerogatif partai.
 
Menurut Ruhut, satu-satunya hal yang dapat menggagalkan ambisinya itu jika pemilihan dilakukan menggunakan sistem voting. Tapi, jika cara itu digunakan maka para artinya Komisi III melanggar perjanjian yang telah dibuat.

"Kalau voting berarti menghina partai aku. Itu kan hak kami, itu kan konvensi. Ada apa? Kalau komisi yang lain  gak voting, berarti artinya apa? Takutnya sama Ruhut," ujar Ruhut kepada wartawan di kompleks parlemen, Rabu (2/10).

Mantan pengacara itu menilai, penolakan rekan-rekannya itu menunjukan bahwa mereka menginginkan ketua yang bisa disetir. Sedangkan dirinya adalah orang yang tidak bisa dikendalikan oleh mereka.

Diberitakan JPNN (grup Wartawan) Ruhut tidak akan melakukan pendekatan kepada para penolaknya. Malahan Ruhut justru mengancam akan membuka borok-borok mereka. "Besok gua mau terangin, kaget bos, bicara moral. Kalau kalian tahu moralnya (penolak Ruhut), semua aku tahu isi perutnya. Tunggu tanggal mainnya, karena kalau aku cerita, ngeri!" tegasnya.

Sementara menanggapi pernyataan BK yang menyebut dirinya telah diberi sanksi, Ruhut membantahnya. Ia mengatakan BK hanya memberinya peringatan bukan sanksi.

Jika memang ada sanksi, lanjutnya, Ruhut mengaku tidak pernah diberitahu.

"Aku gak pernah terima, cuma telpon aja. Mungkin ke fraksi, ga nyampe ke aku," pungkasnya. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)