Kuping SBY Panas Dengar Ekonomi Dipolitisasi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kuping SBY Panas Dengar Ekonomi Dipolitisasi

02 October 2013 09:30 | • Wartawan : Redaksi Padang today • Editor : • Dibaca : 217 kali
Dalam beberapa bulan terakhir, stabilitas perekonomian nasional tengah mengalami ujian. Anjloknya kinerja pasar modal dan merosotnya nilai tukar Rupiah, menyita perhatian semua pihak. Mulai dari pengusaha, ekonom, akademisi, hingga politisi.

Agustus lalu, pemerintah mengeluarkan beberapa paket kebijakan penyelamatan ekonomi. Paket kebijakan ini lahir untuk menyikapi guncangan terhadap perekonomian nasional. Ada yang menyambut baik, ada pula yang mengkritisi. Salah satu kritik yang dialamatkan pemerintah, kebijakan ini dinilai tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh akar persoalan utama yang dihadapi ekonomi Indonesia saat ini yakni melebarnya defisit neraca perdagangan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak tutup kuping atas hujan kritik yang dialamatkan ke pemerintahannya. Namun kritik yang mengarah ke pemerintah rupanya berhasil membuat panas kuping sang presiden. SBY kembali curhat, ada pihak-pihak yang berupaya mempolitisasi gejolak perekonomian yang tengah terjadi di Tanah Air.

"Ada yang memang peduli pada perekonomian kita, paham seluk beluk serba serbi perekonomian kita saat ini, paham betul. Tapi ada yang memang dibawa ke arena politik, tidak murni ekonomi," sentil SBY saat membuka sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/10).

SBY memaklumi masuknya politik di lingkaran ekonomi. Dalam pandangannya, upaya itu lahir karena pemerintahan SBY akan segera berakhir dan Indonesia tengah bersiap menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden. Sehingga, dia memastikan hampir semua hal yang terkait langsung dengan kebijakan pemerintah dibawa ke arena politik.

"Kalau tertarik pada politiknya mungkin yang diceritakan di mana-mana tentang ketidakberhasilan pemerintah bisa menjadi kenyataan," ucapnya.

"Maklum tahun depan pemilu, pilpres, ada juga yang menggunakan apapun di negeri ini ke arena politik," tegasnya.

Diberitakan Merdeka (afiliasi Wartawan) untuk menepis berbagai kritik yang dialamatkan padanya, SBY meminta seluruh menterinya untuk tidak menanggapi isu-isu ekonomi yang dipolitisasi. Para pembantu presiden diminta tetap fokus mencari solusi turbulensi ekonomi yang tengah terjadi.

"Fokus saja kita atasi masalah ini, fokus saja kita menjaga perekonomian, melanjutkan pembangunan karena itu yang diharapkan oleh rakyat. Kalau kita terlalu tertarik kepada politik, kita bisa tidak fokus," kata presiden.

SBY juga meminta seluruh menteri untuk memberikan bukti kerja kerasnya mengantisipasi pelbagai gejolak ekonomi. SBY berjanji akan pasang badan dan menjadi tameng. Namun, SBY akan campur tangan jika politisasi terhadap ekonomi sudah tidak wajar.

"Nanti kalau politiknya sudah begitu melebihi kewajaran, saya akan masuk. Saya akan menjelaskan kepada rakyat Indonesia duduk perkara dan situasi yang sesungguhnya," janjinya. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari