Jamaah Haji Tersesat di Makkah 1.383 Orang

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Jamaah Haji Tersesat di Makkah 1.383 Orang

02 October 2013 09:20 | • Wartawan : Redaksi Padang today • Editor : • Dibaca : 253 kali
Pemugaran Masjidilharam akhirnya memicu persoalan lain, yakni banyaknya jumlah jamaah haji tersesat. Data terakhir dari pemerintah Arab Saudi menyebutkan hingga penghujung September ada 1.383 jamaah yang tersesat dari seluruh penjuru dunia.

Jumlah kasus jamaah tersesat itu juga dialami oleh jamaah asal Indonesia. Hingga 29 September lalu, tercatat 77 jamaah asal Indonesia yang tersesat. Kasus ini berpotensi semakin banyak karena jumlah petugasnya tidak bertambah sedangkan jamaah Indonesia di Makkah terus berdatangan.
 
Kasus yang paling ekstrim adalah jamaah Indonesia tersesat dari Makkah hingga ke Jeddah (sekitar 74 Km). Jamaah haji yang bernama Selamat bin Rana Wijaya (69), itu tersesat dari Makkah hingga Jeddah karena tidak bisa berkomunikasi dengan supir taksi. Dia mengaku tersesat karena kehilangan jejak menantunya.

Kepala Sektor Khusus Masjidilharam Husban Abady Mallang menuturkan setiap hari selalu muncul laporan kasus jamaah tersesat. Dia lantas membagi tips kepada jamaah supaya tidak mengalami kasus tersesat atau terpisah dari rombongannya.

Di antaranya, ketua rombongan (karom) harus membuat perjanjian tempat berkumpul misalnya di jam besar. "Karom harus bisa membuat instruksi misalnya, jangan tinggalkan titik kumpul sebelum seluruh jamaah haji rombongan hadir semuanya," katanya. Peran karom untuk menjaga jamaah rombongannya sangat penting.

Dirilis JPNN (grup Wartawan) tips lainnya adalah, ketika masuk Masjidilharam, jamaah diimbau untuk mengingat nama dan nomor pintu masuk. Cara berikutnya adalah jamaah dihimbau tidak malu bertanya kepada petugas. Baik itu petugas dari Indonesia maupun kepolisian Arab Saudi. Husban mengatakan ada banyak jamaah Indonesia yang terkesan sok tahu medan, tetapi aslinya bingung. "Akibatnya tersesat," tandasnya.

Jamaah anggota rombongan juga diimbau tidak berkhianat atau mengingkari janjian. Jamaah juga dihimbau tidak ikut mencari jamaah haji yang hilang atau tersesat. Sebab bisa menambah banyak kasus jamaah haji tersesat. "Kan repot jika yang mencari jamaah haji tersesat adalah jamaah haji lain yang tidak tahu jalanan. Pasti ikut tersesat juga," papar petugas asal Makassar itu. Cara paling aman adalah langsung lapor ke petugas.

Jika sudah terlanjur tersesat, dia meminta jamaah tidak jalan terus. Sebab bisa semakin tersesat. Cara paling aman adalah duduk di titik-titik yang sering dilintasi jamaah. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari