Pertandingan Bola VS Geliat Pilkada

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Pertandingan Bola VS Geliat Pilkada

21 September 2013 19:30 | • Wartawan : Abdi Fathul • Editor : • Dibaca : 337 kali
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Kota Padang semakin dekat, menurut perencanaan KPU Kota Padang, akan dilangsungkan pada 30  Oktober mendatang. Geliat para calon Walikota dan wakilnyapun sudah terlihat. Seperti membuat iklan-iklan berupa spanduk dan baliho yang dipasang di jalanan. Iklan di media massa. Ataupun mendatangi masyarakat secara langsung untuk menyampaikan program-program yang dijanjikan. Namun sayang, semua hal yang dibicarakan di atas hanyalah cara-cara agar masyarakat mengetahui para masing-masing calon. Tidak benar-benar membuat masyarakat untuk ikut berkecimpung, dan memberikan  perhatian terhadap Pemilu. Lebih parahnya, bahkan ada masyarakat yang beranggapan bahwa pemilu itu tidak berguna. Sehingga muncullah Golongan Putih (Golput).

Memang hal yang aneh, malam tadi penulis menyaksikan pertandingan sepak bola  yang mempertemukan dua klub besar benua Eropa. Kedua tim berlaga di Liga yang mempertemukan club-club besar dunia, yakni Liga Championship. Namun bukan hasil, dan jalannya pertandingan yang akan dibahas dalam tulisan ini. Karena ini memang bukan berita olahraga. Yang menarik dalam pertandingan malam itu adalah, masyarakat yang menonton. Yang  menunjukkan betapa pentingnya bagi mereka menyaksikan pertandingan sepak bola tersebut.  Akun jaringan sosial facebook pun juga didominasi oleh status mereka yang membicarakan tentang pertandingan.

Masyarakat menahan rasa kantuk, atau sengaja bangun di tengah malam, karena petandingan memang dimulai lewat tengah malam pada waktu Indonesia. Warung-warung kopi yang menyuguhkan pertandinganpun dipenuhi oleh  anak-anak remaja yang sedang beranjak dewasa. Sebenarnya jika disadari, pertandingan bola tersebut tidak akan banyak berguna bagi kehidupan masyrakat masing-masing. Bukan berarti menonton pertandingan bola itu salah. Namun akan sangat baik, jika semangat menyaksikan pertandingan tersebut juga digunakan masyarakat untuk memperhatikan pemilu. Sebab apa, sebab pemilu jauh lebih membutuhkan dibandingkan pertandingan bola tersebut. Kebanyakan yang tidak disadari oleh masyarakat adalah, satu saja suara dari mereka akan menetukan nasib masyarakat lainnya selama lima tahun ke depan.

Anggapan yang mengatakan bahwa pemilu adalah sesuatu yang tidak penting, tidak berguna, dan lain-lain harus dihilangkan. Juga bagi masyarakat yang memiliki anggapan bahwa suara mereka tidak dibutuhkan, sepertinya harus dipikir ulang. Iklan yang dipasang di jalanan, dan media massa oleh para calon-calon, adalah suatu bukti bahwa para calon tersebut sangatlah membutuhkan masyarakatnya. Jika tidak, mungkin mereka hanya perlu duduk-duduk manis sambil berjuntai kaki saja di rumah.

Tugas masyarakat yang sebenarnya adalah, menseleksi, memperhatikan, dan memilih mereka yang dianggap benar-benar sangat cocok untuk dijadikan pemimpin. Sehingga pemilu yang dilakukan, benar-benar menghasilkan pemimpin yang dibutuhkan masyarakat. Dalam menilai, masyarakat juga jangan terlalu terkontaminasi dengan nama besar yang dimiliki. Jangan terpengaruh dengan jabatan dan pangkat, dan pahami setiap janji yang mereka ucapkan.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari