Aduh, PLN Bersembunyi Dibalik Turbin Usang

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Aduh, PLN Bersembunyi Dibalik Turbin Usang

29 August 2013 21:00 | • Wartawan : Andri Mardiansyah • Editor : • Dibaca : 616 kali
Lagi-lagi untuk kesekian kalinya PLN Wilayah Sumbar berdalih, jika kondisi pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi sejak sebelum puasa Ramadhan 2013 hingga saat ini, akibat kerusakan beberapa peralatan turbin pembangkit yang memang kondisinya sudah uzur, aduh, kalau memang sudah uzur kenapa harus mesti diperhatikan sekarang, bukan nya sejak dulu, toh PLN kan punya Tim Maintenance yang terus menerus memperhatikan kondisi semua fasilitas penunjang pembangkit, soal biaya ? rasanya PLN dibawah BUMN pasti sudah ready Cost untuk perbaikan. Mirisnya, jika terlambat saja masyarakat membayar tagihan rekening listrik, sudah barang tentu tidak ada dispensasi dari PLN, namun jika pemadaman seperti ini, opini masyarakat digiring untuk harus memaklumi situasi yang terjadi. Jadwal pemadaman di pajang di berbagai media, namun tetap saja jadwal tersebut tidak sesuai dengan yang tertera.

Akibatnya aksi protes terhadap kebijakan pelayanan publik oleh PLN dari semua kalangan, mulai masyarakat arus bawah hingga atas mencuat, sumpah serapah baik di kedai kopi, jejaring sosial, Blacberry Contact terus menerus beredar tanpa henti. Tak itu saja, sejumlah masyarakatpun sudah melaporkan keluhan dan kerugian akibat kondisi ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), kemarin (28/8) Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar mendatangi kantor Ombudsman RI perwakilan Sumbar untuk melaporkan beberapa pokok permasalahan atas kebijalan layanan publik oleh PLN yang sangat buruk dan meminta Ombudsman untuk segera memberikan supervisi kepada perusahaan BUMN tersebut (PLN) agar meningkatkan pelayanan publik dan bukan hanya mencari keuntungan semata dari masyarakat.

Sebelumnya PLN pernah umbar janji bahwa selama bulan puasa lampu tidak akan pudur seiring tuntasnya perbaikan kerusakan alat di PLTU Ombilin serta menyiapkan tenaga petugas dan komponen alat jika sewaktu waktu kembali terjadi kerusakan, namun nyatanya, tidak hanya pudur selama bulan puasa, saat Sholat Ied pun juga masih ada daerah yang pudur lampunya. Sudahlah, Publik pantas tahu apa penyebab utamanya pemadaman ini, jangan sampai publik berpendapat lain hingga menimbulkan asumsi jelek ke PLN, benarkah memang rusak atau adanya permainan penjualan arus ke Provinsi tetangga ?, sebab apa ?, informasi beredar jika provinsi tetangga juga mendapat pasokan arus dari Sumbar, namun pemadaman mereka tak separah di Sumbar, seharusnya jika memang kerusakan yang menjadi kendala utama sudah barang tentu mereka juga mengalami hal yang serupa. Lihat lah perkantoran pemerintahan, rumah dinas kepala daerah, itu listriknya dari PLN atau pakai Genset ? kok hidup terus ya, jika arusnya menggunakan fasilitas PLN tentu juga mendapat jatah pemadaman, terkesan Diskriminasi jadinya.

Ketika dikonfirmasi Deputi Manager Humas PLN Wilayah Sumbar Ridwan mengatakan, hingga saat ini masih adanya pemadaman secara bergilir disebabkan oleh gangguan teknis pada pembangkit di Ombilin, ditambah lagi debit air Danau Maninjau yang terus menurun. Sumbar membutuhkan 435 MW listrik di saat beban puncak, PLTU Ombilin yang menghasilkan 2X100 MW, satu di antaranya tidak beroperasi, Tentu saja pasokan listrik tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik Sumbar,"namun demikian oktober mendatang kondisi sudah normal seperti semula" kata Ridwan.

Sementara itu, lain lagi keterangan dari Asisten Ombudsman Bidang Pencegahan Adel Wahidi, Ombudsman RI perwakilan Sumbar sudah pernah bertemu dengan pihak PLN wilayah sumbar untuk meminta keterangan pasti mengenai kondisi pemadaman ini, kala itu PLN menyampaikan bahwa penyebab pudur nya listrik di Sumbar akibat ada beberapa peralatan yang rusak, saaat ini PLN tengah menunggu kiriman barang dari luar negeri dan akan segera diperbaiki. Memang pernyataan kondisi normal akan berakhir pada Oktober mendatang, namun jika dilihat hari ini, barang saja belum dikirim bagaimana akan diperbaiki, pesimis rasanya PLN akan siap dengan rencana perbaikan hingga Oktober nanti,"ketus Adel, Rabu (28/8).

PLN dalam hal ini harus benar-benar transparan kepada publik, dan mampu untuk menjelaskan secara rinci agar masyarakat benar-benar bisa menerima kondisi tersebut, beri solusi konkrit yang tidak menimbulkan beban kepada masyarakat. Jika dianjurkan memakai fasilitas Genset, tentu beban BBM bertambah, itu bukan solusi terbaik, malah sebaliknya membuat masyarakat semakin menjerit. Saat ini kritik dan ketusan masyarakat masih terbilang dalam tahapan aman, jangan sampai nanti malah menimbulkan polemik yang lebih, memicu protes keras dengan tindakan brutal. Masyarakat sekarang sudah tidak takut lagi untuk berunjuk rasa bahkan hingga berujung bentrok. Maka dari itu PLN dalam hal ini harus segera berbenah, berikan solusi dan pelayanan terbaik bagi publik, agar sistem simbiosis mutualisme tetap terjalin indah, dan jangan bersembunyi dibalik tirai turbin yang uzur. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari