Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Cara PLN Menghitung Tagihan Listrik

12 August 2017 11:37 | • Wartawan : Redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 10 kali

Saat ini terdapat dua metode pembayaran rekening listrik PLN, yakni metode prabayar atau bayar terlebih dahulu dan metode pasca bayar atau membayar tagihan pada bulan berikutnya.

Walaupun metode pembayarannya berbeda tetapi cara perhitungannya tetaplah sama, hanya saja listrik prabayar  terbebas dari UJL (Uang Jaminan Langganan).

Misalkan saja pelanggan listrik prabayar 1300 VA menggunakan rice cooker dengan daya 250 watt dan dipakai selama tiga jam setiap hari, maka hitungan pemakaian dalam satu bulan adalah:

Pemakaian listrik sehari      : 250 watt x 3 = 750 watt jam = 0,75 kWh

Pemakaian dalam sebulan       :  0,75 kWh  x 30 hari = 22,5 kWh

Tariff : pemakaian listrik = jumlah pemakaian listrik sehari x harga per kWh

                                         =  22,5 kWh x Rp. 1.410,12

                                         = Rp. 31.727,7

Ctt : harga per kWh disesuaikan dengan TDL Bulan Agustus 2016  sebesar Rp. 1.410,12.

Jadi besaran rupiah untuk pemakaian setrika tersebut selama sebulan adalah sebesar Rp. 31.727,7. Perhitungan ini ditambah dengan memasukkan unsur-unsur seperti PPJ, dan biaya administrasi (bila pembayaran melalui PPOB dan besaran ditentukan oleh bank).

Penjelasan di atas adalah untuk pelanggan prabayar.

Sedangkan untuk pelanggan konvensional, PLN menggunakan jasa cater atau petugas catat meter yang akan mencatat posisi angka stand meter listrik di bangunan milik pelanggan setiap bulannya secara periodik. Hasil pencatatan angka pada stand meter dikurangi hasil pencatatan periode bulan lalu, sehingga diketahui besaran penggunaan listrik (kWh) pelanggan. Setelah data diperoleh maka data akan diproses untuk mendapatkan besaran tagihan dengan perhitungan yang sama dengan metode prabayar tadi namun ditambah dengan uang jaminan langganan (UJL).

Jadi terlihat jelas bahwa semakin banyak penggunaan listrik pelanggan maka tagihan rekeningpun akan semakin membengkak. Maka tidak ada salahnya kita mulai menghemat pemakaian listrik demi keselamatan bumi dan tagihan yang lebih ringan! Benar kan? (PLN Wilayah Sumatera Barat)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari