Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Efek Ganja pada Otak hingga Pencernaan Bagi Pecandu

10 August 2017 14:56 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 12 kali

Jakarta - Menurut dr. Suci Dwi Putri dari Klikdokter.com, ganja termasuk dalam golongan zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan dan bisa menimbulkan intoksikasi, reaksi putus zat dan ketergantungan.

Tanaman ini memiliki kandungan zat narkotik yang dapat memberikan efek menenangkan, sehingga pemakaiannya sering disalahgunakan. Lalu apa efek dari penggunaan ganja terhadap tubuh?

Mengutip laman Health Line, Kamis (10/8/2017) umumnya ganja digunakan dengan cara diisap seperti rokok. Saat ganja diisap dan masuk ke paru-paru, akan ada senyawa bernama delta-9-tetrahidrocabinol/THC yang dilepaskan ke aliran darah lalu masuk ke otak, juga organ tubuh lainnya.

Sebelum masuk ke organ tubuh bagian dalam, area yang lebih dulu terpapar oleh senyawa THC adalah seluruh sistem saraf pusat (SSP). Tak jarang pengguna ganja merasa lebih rileks karena zat tersebut memiliki efek menenangkan. Ganja juga dianggap mampu meringankan rasa sakit, peradangan, dan mampu membantu mengendalikan kejang.

Efek pada otak

THC memicu otak melepaskan dopamin sehingga pengguna ganja merasa senang. Sayang, efek jangka panjangnya dapat merusak hippocampus (bagian dari otak besar) sehingga otak lamban dalam memproses informasi dan gangguan kognitif lainnya.

Ganja dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan halusinasi atau delusi. Menurut National Institute of Drug Abuse (NIDA), efek jangka panjang dari penggunaan ganja berdosis lebih dapat mengganggu kesehatan mental seperti rentan depresi dan mudah kecemasan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan tersebut.

Efek pada jantung

Senyawa THC yang masuk ke dalam aliran darah dapat membuat detak jantung meningkat 20 sampai 50 denyut per menit. Detak jantung yang cepat bisa berlanjut sampai tiga jam setelah penggunaan. Hal ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Efek pada pernapasan

Tak berbeda dari rokok, ganja juga memiliki senyawa kimia beracun (amonia dan hidrogen sianida) yang dapat mengganggu saluran bronkial dan paru-paru.

Pengguna ganja cenderung mudah mengalami mengi (penyempitan otot saluran napas), batuk dan sering berdahak. Risiko tinggi dari efek ganja juga bisa menyebabkan infeksi bronkitis dan paru-paru.

Efek pada pencernaan

Sensasi tersengat atau terbakar di mulut dan tenggorokan adalah hal yang akan dirasakan saat mengisap ganja. Bukan saja pada indera perasa, tapi sensasi di mulut tadi dapat menyebabkan mual dan muntah. Hal tersebut terjadi lantaran senyawa THC yang secara
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari