Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

STI dan INTI Garap Perangkat 4G di Spektrum 450MHz

08 August 2017 10:51 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 13 kali
Jakarta - Mengawali Agustus 2017, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), menjalin kemitraan bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dengan memproduksi perangkat telekomunikasi yang bisa mengakomodasi frekuensi 450MHz.

Dalam kerja sama ini, INTI akan memproduksi perangkat yang mendukung frekuensi 450MHz yang akan dipasarkan dalam bisnisnya setelah terintegrasi dengan layanan Net1 Indonesia. Adapun penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) diwakili oleh CEO STI Larry Ridwan dan CEO INTI Darman Mappangara.

Menurut perusahaan, frekuensi tersebut diklaim punya jangkauan sinyal lebih luas dibanding frekuensi seluler lain. Agar layanan Net1 Indonesia bisa berfungsi lebih baik, ST1 memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang berpengalaman dalam bidang telekomunikasi, di mana INTI menjadi salah satunya.

INTI juga dinilai telah memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sejalan dengan peraturan Menkominfo hingga Januari 2017, TKDN yang harus dipenuhi vendor pembuat alat dan perangkat telekomunikasi sebanyak 20 persen bagi Subscriber Station (SS), dan 30 persen bagi Base Station (BS).

Sekadar informasi, STI merupakan nama dari merek dagang Ceria yang kini berubah nama menjadi Net1 Indonesia. Pada Februari 2017, STI mengumumkan migrasinya ke teknologi 4G yang menggunakan frekuensi 450MHz.

"Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama dari dua perusahaan teknologi telekomunikasi Indonesia untuk tumbuh bersama dalam memajukan memberikan akses internet yang luas, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat," kata Larry dalam keterangan pers yang diterima Tekno Liputan6.com pada Selasa (8/8/2017).

Larry menilai, konektivitas internet seperti jaringan kabel atau nirkabel adalah salah satu komponen penting selain sensor and actuation, serta people and process untuk mendorong perkembangan era Internet of Things (IoT).

"Kami merasa bangga dipercaya STI untuk memproduksi perangkat 4G dalam frekuensi 450MHz, kerja sama ini merupakan sebuah langkah besar untuk mendorong perkembangan ekosistem IoT di Indonesia sehingga bisa memajukan industri dalam negeri secara keseluruhan," ujar Darman menambahkan.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari