Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Dinkes Bandung Jamin Petugas Layad Rawat Ramah Saat Layani Pasien

07 August 2017 09:23 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 12 kali
Bandung - Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, memastikan seluruh petugas medis dalam program Layad Rawat memberikan pelayanan kesehatan yang ramah kepada masyarakat. Selain memprioritaskan layanan pada rakyat miskin, pemerintah setempat juga mempertegas program tersebut merupakan itikad baik mereka untuk menutupi kekurangan pelayanan yang ada.

Jaminan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung berupa 481 tenaga medis terdiri dari 87 dokter, 184 perawat, 187 bidan dan 23 ahli gizi (nutritionist), didapat berdasarkan hasil rangkaian tes penjaringan sebelumnya. Tes itu berupa pengetahuan umum, keterampilan, dan wawancara lisan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita Sri Hasniarty mengaku rangkaian tes sebelumnya itu untuk menjadikan seluruh petugas medis ramah dalam menjalankan tugasnya langsung dengan masyarakat.

"Pengetahuan dokter tentang pelayanan terhadap masyarakat seperti apa, lalu wawancara juga, mereka bagaimana attitude kan. Itu perlu juga sih kalau saya pikir, tidak sembarang tenaga yang seperti itu karena langsung menghadapi ke masyarakat. Namanya juga pelayan masyarakat masa judes," kata Rita Verita Sri Hasniarty saat dihubungi Liputan6.com, Bandung, Senin, 7 Agustus 2017.

Rita Verita Sri Hasniarty menjelaskan kinerja petugas medis program Layad Rawat akan dilakukan evaluasi tiap tahunnya. Jika tidak ada masalah dengan perilaku saat bertugas, maka kata Rita akan diperpanjang kontrak kerjanya dibarengi dengan nilai kinerja yang baik.

Rita menyebutkan menjadi pelayan masyarakat harus kuat fisik dan mental. Tantangan terberat dalam program yang telah diluncurkan pada 26 Juli 2017 lalu itu tidak diupah dengan gaji besar. Karena anggaran utnuk program ini diakui sangat minim.

"Untuk dokter Rp 4,5 juta kalau tidak salah, bidan dan perawat Rp 3,5 juta kecuali SKM dan ahli gizi Rp 2,5 juta per bulan. SKM dan ahli gizi digaji lebih rendah karena perbedaan tugasnya," ujar Rita.

Meski dengan gaji minim dibandingkan dengan upah di rumah sakit besar di Bandung, Rita mengatakan, hal itu tak menyurutkan minat seluruh petugas Layad Rawat menjadi pelayan masyarakat dan mengabdikan ilmu yang dimilikinya.

Dinas Kesehatan Kota Bandung menyatakan optimis dengan loyalitas petugas Layad Rawat yang kini bertugas langsung ke masyarakat. Pasalnya saat dilakukan sesi wawancara saat perekrutan, salah satu materi yang ditanyakan adalah nominal upah.

"Kita belum mampu menggaji besar-besar sesuai dengan anggaran yang kami peroleh dari Pemerintah Kota Bandung, tapi Alhamdulillah rata-rata tidak melihat ke gaji," jelas Rita.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari