Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Daerah Terisolir,Jangan Jadikan Alasan Untuk Tidak Berpendidikan

19 June 2017 13:37 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 27 kali
LIMAPULUH KOTA - Warga Jorong Nenan, Kenagarian Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (sumbar) mengeluhkan infrastruktur jalan yang tidak memadai. Kondisi jalan menuju daerah tersebut sudah rusak sejak puluhan tahun lalu tanpa ada perbaikan sama sekali.

Dedi, warga Jorong Nenan mengatakan, jalan rusak dan berlobang itu sudah berlangsung lama. Musim hujan cukup menambah parah ruas jalan menuju kampungnya. Pemerintah melalui dinas terkait terkesan mengabaikan kondisi jalan yang licin dan berlumpur itu.

"Sudah berlangsung lama, tidak satupun jalan menuju kampung kami beraspal. Sia-sia kami warga menimbun lubang besar yang ada pada setiap ruas jalan, karna selalu ketika musim hujan timbunan itu hanyut," kata Petani gambir itu kepada media Sabtu (17/6).

Dalam kunjungan awak media bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan ke daerah penghasil gambir itu, warga cukup juga merindukan jaringan listrik masuk ke daerah tersebut. Menurut pengakuan warga, selain perbaikan jalan, jaringan telekomunikasi yang tidak ada, pada saat ini untuk penerangan baru ada Pembangkit listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) bantuan pemerintah.

Pembangkit listrik berskala kecil menggunakan tenaga air yang digerakan arus sungai juga dalam kondisi tidak baik. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, berdampak kepada bak penampungan air pemutar generator.

"Iya, bak airnya rusak, lampu dirumah kami sering redup daripada terang, bahkan alat-alat elektronik banyak yang rusak akibat listrik yang tidak pernah stabil." ungkap Dedi.

Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan warga Nenan, Ferizal Ridwan mengatakan, Persoalan Nagari (desa adat) terisolir yang sulit dijangkau serta tidak ada alat komunikasi yang mendukung juga listrik adalah persoalan serius. "Ini adalah persoalan serius yang musti dituntaskan bersama, infrastruktur yang tidak memadai akan berdampak buruk kepada pertumbuhan ekonomi," katanya

Ia menambahkan, persoalan pendidikan salahsatu yang patut diperhatikan. Jangan sampai anak-anak mengalami putus sekolah serta tenaga pendidik yang keberatan untuk mengajar didaerah terisolir. "Jangan sampai ada generasi penerus yang putus sekolah akibat tidak layaknya sarana pendidikan dan guru yang enggan untuk mengajar didaerah terpencil," ungkap Wabub.

Menurutnya, percepatan pembanguan sebuah daerah bersumber dari infrastruktur dan kulitas pendidikan yang baik. Semakin banyak penduduk suatu daerah berpendidikan, maka daerah tersebut akan mampu untuk bangkit dengan sendirinya.

Ia menghimbau kepada setiap orang tua, jangan sampai letak georafis Jorong Nenan menjadi alasan untuk tidak memberikan hak pendidikan kepada anak. Berikan motivasi agar anak-anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, walau berbeda kondisi serta tantangan dengan pelajar didaerah lain di Kabupaten Limapuluh Kota.

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari