Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

YSI Dan PGN Komit Kembangkan Seni Sulam Indonesia

01 November 2013 18:45 | • Wartawan : Andri Mardiansyah • Editor : • Dibaca : 230 kali
Sepertinya apa yang dilakukan oleh Yayasan Seni Sulam Indonesia (YSI) dan Perusahaan Gas Negara (PNG) ini perlu mendapat apresiasi penuh, kenapa tidak, pasca adanya kerjasama antara kedua pihak tahun 2012 lalu, YSI dan PNG bersama-sama sepakat dan tetap konsisten terus membantu usaha dan mengembangkan potensi seni Sulam di Indonesia. Melalui program inovasi dan peningkatan kapasitas perajin sulam Indonesia dibeberapa daerah, antara lain Denpasar Bali, Jember, dan kabupaten Agam, yang mana pokok materi program dengan memberikan pelatihan dan eksplorasi kepada sebanyak 60 orang perajin sulam terbukti, peningkatan kapasitas dan kemampuan seni sulam Indonesia berkembang pesat.

Melalui kegiatan temu usaha Metamorfosis Perajin Sulam Bordir yang berlangsung di Ballroom Grand Inna Muara Padang, Jumat (1/11), YSI dibawah asuhan Triesno Jero Wacik dan PNG Riza pahlevi terus mensosialisasikan Sulam Indonesia agar kedepannya tingkat produk yang dihasilkan serta pengembangan potensi seni sulam Indonesia dapat berjalan sesuaui dengan keinginan, mengingat selama ini seni sulam indonesia merupakan salah satu produk warisan budaya yang cukup diminati di kancah nasional bahkan internasional.

Disampaikan Ketua YSI, Triesno Jero Wacik, Saat ini yang perlu di perhatikan dalam pengembangan seni sulam indonesia adalah produksi termasuk didalamnya desain, kualitas, tenaga terampil, penggunaan material, dan manajemen pengembangan.Tak hanya itum, kita juga dituntut untuk dapat menyelami dan mengikuti perkembangan selera pasar disamping juga melakukan regenerasi keahlian menyulam.

"Kualitas produksi, penggunaan material, selera pasar serta tenaga teramnpil merupakan salah satu pokok utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan potensi Sulam Indonesia,"ujarnya, Jumat (1/11)

Sementara itu, Direktur keuangan PNG Riza Pahlevi mengatakan, awalnya kerjasama antara YSI dan PNG dimulai dengan pemberian modal usaha kepada pengrajin sulam di kota bukit tinggi, disamping kita juga membina para perajin sulam melalui pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen keuangan sederhana dan bantuan promosi produk mitra binaann melalui pameran. Namun siapa sangka dengan apa yang kita lakukan mendapatkan respon yang cukup baik, maka dari itu, untuk kedepannya kita akan tetap komit mengembangkan potensi sulam Indonesia.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari