Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kota Payakumbuh, dikunjungi Pokja Inklusif Pariaman

01 November 2013 18:00 | • Wartawan : Esha Tegar • Editor : • Dibaca : 249 kali
Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif Kota Pariaman belajar ke Payakumbuh. Rombongan dari Kota Sala Lauak itu, diterima Ketua Pokja Pendidikan Inklusif Payakumbuh Dwi Marza, pada salah satu sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, SD Negeri 61 di Kelurahan Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (31/10). Sementara, sepanjang Kamis itu, 25 pengawas pendidikan inklusif, bersama 15 kepala sekolah dan sejumlah pengurus pokja, berdiskusi dalam acara workshop di gedung pertemuan Echo Homstay Harau. Acara ini dipimpin langsung Kadisdik Payakumbuh diwakili Kabid TK/SD Zetwardi.

Di SD Negeri 61 Tarok, rombongan studi banding pokja pendidikan inklusif Kota Pariaman, terkesan dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus yang ada di SDN setempat, yang mampu mensejajarkan diri dengan pelajar biasa. Menurut Ketua Pokja Dwi Marza, saat ini, total sekolah yang membuka inklusif di Payakumbuh sudah 29 SD, 4 SLTP dan 4 SLTA. Anak berkebutuhan  khusus yang tengah  mengecap pendidikan saat ini tercatat 748 orang. Meliputi  666 pelajar SD, 10 pelajar Madrasah Ibtidaiyah,  62 pelajar SLTP, 3 pelajar SMAN, 3 SMKN,  dan 2 Madrasyah Aliyah. Sedangkan, anak berkebutuhan khusus yang terdata dan putus sekolah tercatat  754 anak.

Keterangan Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Payakumbuh Zetwardi, dalam acara workshop itu, sejumlah rumusan yang dilahirkan, berupa penyusunan program kerja 2014, penyusunan instrument supervisi pengawasan, pemetaan sekolah inklusif, pemetaan ABK (anak berkebutuhan khusus), iventarisasi ABK dan pemetaan wilayah kerja pengawas pendidikan inklusif.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari