Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Jam Gadang "Mati Suri"

28 October 2013 23:41 | • Wartawan : Kariadil Harefa • Editor : • Dibaca : 530 kali
Suasana malam di kawasan Jam Gadang, kota Bukittinggi, disela kunker SBY./Foto:Kariadil Harefa.(*)
Kawasan objek wisata tepatnya ditengah pusat kota Bukittinggi, yang acap dikenal dengan Jam Gadang oleh para wisatawan baik lokal dan mancanegara, untuk malam ini Senin (28/30) mencekam bagaikan bumi tak bertuan. Jam Gadang merupakan objek wisata yang tidak pernah sepi pengunjung walaupun dimusim hujan, malam ini berubah drastis mencekam.

Pantauan padangtoday.com, saat mengitarai kawasan objek wisata tepatnya di pusat kota tidak jauh dari pusat perbelanjaan tradisional dan modren seperti Mall Ramayana, sekitar pukul 20.30 Wib sampai pukul 23.41 Wib, hanya dihuni berpakaian seragam loreng dan coklat hitam dengan senjata api laras panjang dan pendek. Disamping itu setiap ruas jalan masuk ke objek wisata tersebut dihiasi armada lengkap peralatan perang dan personel dipersenjatai untuk pengamanan. Tiga titik sudut gedung tinggi di kawasan tersebut tampak bersembunyi penembak jitu (sniper).

"Memang suasana sangat berbeda sekali dengan hari sebelumnya, walau kami dapat mengabadikan beberapa foto di jam gadang, akan tetapi rasanya seperti ada yang memperhatikan, terutama di jam gadang seperti berhantu. Sekelabat terlihat kepala manusia, kami juga tidak tahu kepala siapa itu," kata Irwan pengunjung bersama tiga rekannya dari Baso.

Sempat keliling tiap sudut dan ruas jalan di Jam Gadang, namun tidak seru sebab setiap titik ada pengaman, selain berdiri tegap memiliki tampang sangar seolah hendak menerkam. Para pengunjung "ogah" berlama-lamam di kawasan wisata yang merupakan ciri khas kota Bukittinggi. Mereka pun dapat dihitung dengan jari tangan manusia. Dulunya para pedagang keliling seperti penjaja sate dorong, balon terbang serta jasa foto tidak tampak, uniknya lagi jam gadang rapi bersih, tidak secuil sampah melekat di halaman dan jalan raya.

"Saya takjub buat hari ini, dimana makanan ringan yang mudah diperoleh namun untuk malam ini sungguh sulit sehingga harus jalan memutar keluar untuk mencari apa yang dicari," celetuknya sembari berlalu bersama tiga rekannya tenteng kamera menuju mobil merek Daihatsu Terios Silver yang terpakir dibalik Mall.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
zainal haramain
Begitulah kl para petinggi yg datang, semuanya bisa diseting. Sepertinya kita sudah trbiasa dg penampilan rekayasa sesaat :-)
29 October 2013
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari